Nikah Itu Ibadah
Sebagai insan beriman, menikah dan berkeluarga harus diniatkan untuk ibadah.
Nikah adalah amanah Ilahi, diatur oleh agama dan negara, maka tidak bisa dianggap sekedar sebagai urusan selera.
Ketika seseorang memutuskan menikah, sepenuhnya ia menyadari tengah melaksanakan misi Ketuhanan, tengah menunaikan risalah kenabian, tengah menjalankan tugas kemanusiaan dan tengah merintis pembangunan peradaban.
Pernikahan adalah ibadah, karena melaksanakan tuntunan Rabbani. Tidak semata-mata pilihan selera, ingin menikah atau tidak.
Bukan pilihan gaya hidup, ingin hidup terikat atau hidup bebas. Bukan peristiwa membeli sepatu, ingin yang model terbaru atau model klasik.
Namun pernikahan merupakan ikatan yang diikrarkan atas nama Allah, dicatat dalam lembar dokumen pemerintahan, disaksikan oleh keluarga dan masyarakat.
Pernikahan merupakan kegiatan sakral yang sekaligus menjadi peristiwa budaya, yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat.
Dengan motivasi ibadah, maka pernikahan menjadi ikatan yang tidak boleh dianggap remeh dan kecil, karena terjadi atas nama Allah.
Beribadah itu harus penuh kesungguhan, bukan sesuai selera sesaat. Inilah motivasi yang akan menyelamatkan keluarga dari penyimpangan dan kehancuran.
Setiap kali ada masalah atau konflik, pertama kali harus dikembalikan kepada motivasi awal pernikahan.
Bukankah pernikahan dan berkeluarga untuk ibadah, lalu mengapa harus dikalahkan dan diributkan oleh persoalan-persoalan kecil yang muncul dalam perjalanan kehidupan?
Subhanallah...
Semoga yang mengucapkan Aamiin mendapat pasangan yang sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin
Sebagai insan beriman, menikah dan berkeluarga harus diniatkan untuk ibadah.
Nikah adalah amanah Ilahi, diatur oleh agama dan negara, maka tidak bisa dianggap sekedar sebagai urusan selera.
Ketika seseorang memutuskan menikah, sepenuhnya ia menyadari tengah melaksanakan misi Ketuhanan, tengah menunaikan risalah kenabian, tengah menjalankan tugas kemanusiaan dan tengah merintis pembangunan peradaban.
Pernikahan adalah ibadah, karena melaksanakan tuntunan Rabbani. Tidak semata-mata pilihan selera, ingin menikah atau tidak.
Bukan pilihan gaya hidup, ingin hidup terikat atau hidup bebas. Bukan peristiwa membeli sepatu, ingin yang model terbaru atau model klasik.
Namun pernikahan merupakan ikatan yang diikrarkan atas nama Allah, dicatat dalam lembar dokumen pemerintahan, disaksikan oleh keluarga dan masyarakat.
Pernikahan merupakan kegiatan sakral yang sekaligus menjadi peristiwa budaya, yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat.
Dengan motivasi ibadah, maka pernikahan menjadi ikatan yang tidak boleh dianggap remeh dan kecil, karena terjadi atas nama Allah.
Beribadah itu harus penuh kesungguhan, bukan sesuai selera sesaat. Inilah motivasi yang akan menyelamatkan keluarga dari penyimpangan dan kehancuran.
Setiap kali ada masalah atau konflik, pertama kali harus dikembalikan kepada motivasi awal pernikahan.
Bukankah pernikahan dan berkeluarga untuk ibadah, lalu mengapa harus dikalahkan dan diributkan oleh persoalan-persoalan kecil yang muncul dalam perjalanan kehidupan?
Subhanallah...
Semoga yang mengucapkan Aamiin mendapat pasangan yang sholeh/sholehah dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah, serta kelak dimasukkan ke dalam surga yang terindah. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.