Laman

Kamis, 30 Oktober 2014

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.. "Teladan Rasulullah Dalam Setia"...

Assalamu'alaikum

Warahmatullahi Wabarakatuh..



"Teladan Rasulullah Dalam Setia"



Khadijah binti Khuwalid

yang menjadi istri pertama Rasulullah telah meninggal dunia.

Beberapa tahun kemudian,beliau memang menikah kembali,tetapi posisi Khadijah dihati beliau tidak pernah bergeser apalagi hilang.



Kasih sayang,cinta dan

ketulusan Khadijah selalu

terukir indah di dalam ingatan Rasulullah Shalallahu'alaihi

wassalam.



Kerinduan itu bahkan

membuat beliau begitu sensitif akan kehadiran kerabat dan orang yang dekat dengan Khadijah karena akan mengingatkan beliau pada sosok Khadijah.



Aisyah r.a. berkata, “Halah binti Khuwalid,saudara perempuan Khadijah,meminta izin untuk masuk ke rumah Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam.Beliau mengenali suara Halah yang mirip dengan suara Khadijah sehingga beliau

merasa senang.



Lalu beliau berkata, ’Ya

ALLAH,ternyata ia Halah binti Khuwalid.’ Aku pun merasa cemburu,lalu berkata,

’Mengapa engkau masih

menyebut-nyebut perempuan Quraisy tua renta itu,yang kedua

ujung bibirnya telah

memerah,dan telah meninggal?

Padahal ALLAH telah

memberikan kepada engkau pengganti yang lebih baik darinya.”

(HR Bukhari dan Muslim)



Perhatikanlah kisah di atas.

Kecintaan Rasululah yang

teramat dalam terhadap

Khadijah membuat Aisyah

nyaris tidak mampu

mengendalikan perasaan

cemburunya.



Pada kesempatan lain Aisyah berkata, “Jika memuji Khadijah,Rasulullah

memberikan pujian yang

terbaik.

Suatu hari aku cemburu karena Rasulullah menyebut-nyebut

Khadijah lebih sering daripada menyebut-nyebut si pipi merah

ini.



Bukankah ALLAH telah

menggantikannya (Khadijah) dengan sesuatu yang lebih

baik?

Beliau menjawab, ’ALLAH tidak menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik.

Ia beriman kepadaku ketika orang lain mengingkariku.

Ia membenarkanku ketika orang lain mendustakanku.

Ia menyokongku dengan

hartanya ketika orang lain tidak memberikan.

Melalui dirinya,ALLAH

menganugerahkan keturunan kepadaku,sementara istri-istri yang lain tidak.”

(HR Ahmad)



Aisyah r.a. bahkan sering sekali berkata, “Tidak ada seorangpun wanita yang aku cemburui seperti halnya Khadijah,Rasulullah tidak pernah menduakan

Khadijah dengan wanita

lain,tidaklah beliau

mempersunting aku kecuali tiga tahun setelah Khadijah meninggal

dunia.”



Dalam sebuah riwayat,Aisyah r.a.

berkata, “Aku tidak

cemburu kepada istri

Rasulullah yang lain

sebagaimana cemburuku

kepada Khadijah,karena aku sering mendengar Rasulullah menyebut-nyebut namanya

dan beliau mempersuntingku

tiga tahun setelah Khadijah meninggal dunia.”



Dalam Perang Badar,kaum muslimin pulang membawa

kemenangan.

Mereka menawan 70 orang dari pihak musuh.

Di antara tawanan itu ada Abu Al-Ash bin Ar-Rabi,suami Zainab,putri Rasulullah.



Saat itu Zainab masih berada di Mekah lantaran mengikuti suaminya.

Penduduk Mekah mengirimkan tebusan kepada Rasulullah

untuk membebaskan para tawanan perang tersebut.



Zainab juga mengirimkan

seuntai kalung yang ia

miliki.Kalung itu adalah

pemberian ibunya,Khadijah ,pada

malam pengantinnya

dahulu.Melihat kalung

itu,Rasulullah

Shalallahu'alaihi wassalam tersentak.

Para sahabat menyadari

bahwa beliau sedang

mengenang Khadijah.



Hari-hari indah bersama

Khadijah yang suci dan

lembut,pendamping sekaligus penopang perjuangan beliau,terbingkai indah dalam ingatan beliau.

Kemudian Rasulullah

Shalallahu'alaihi wassalam meminta para sahabat untuk membebaskan suami Zainab dan mengembalikan kalung

yang ia kirimkan.

Para sahabat pun

membebaskannya dan

mengembalikan kalung

tersebut.



Rasulullah Shalallahu'alaihi

wassalam pun selalu merasa gembira bila melihat teman dekat

Khadijah.



Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam bersabda, “Homati mereka karena Khadijah juga mencintai mereka.”Jika menyembelih seekor

kambing,beliau berpesan,

“Berikan sebagiannya untuk teman-teman Khadijah.”



Demikianlah perasaan cinta dan setia Rasulullah Shallallahu Alaihi

Wassalam kepada Khadijah r.a.



Antum pernah melihat kesetiaan sebesar ini dari seorang suami kepada istrinya?..



Subhanallah..

Semoga kita dipertemukan dg pendamping hidup yg shaleh/ Shalehah dan setia..



Aamiin Ya Robbal'Alamiin..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.